Kamis, 26 Juli 2012

SELAMAT TINGGAL MASA LALU ^_^



Aku bukanlah  Gadis penakut. Takkan kubiarkan kejahatan nafsuku membuatku lemah,tersesat,terjatuh. TAK ku izinkan bayangan masa lalu menghantuiku. Tak mau aku terlena dengan keindahan masa lalu. Kegagalan dalam masalalu sudah pasti aku pernah mengalami. Keberhasilan dimasalalupun juga sudah pasti pernah aku nikmati. Hidupku masih berjalan...dan mimpiku masih.
Aku adalah  Gadis  dengan Pepatah “banyak jalan menuju Roma”.
Kemarin aku telah gagal, aku tau ada banyak jalan menuju mimpiku.  Aku punya banyak cara untuk mewujudkan mimpiku. Itu artinya
Masih ada jalan yang belum aku lalui, aku adalah Gadis petualang, yang tak betah dengan satu jalan.
Masih ada Cara yang belum aku lakukan, aku juga Gadis yang punya satu rencana dengan 1000 cara.
Masih ada Ruang yang belum aku kenali, aku terlalu sibuk dan nyaman berada diruanganku hingga aku lupa disana masih banyak ruang yang menarik yang belum aku kenali.
Hingga hati yang belum aku selami. Hmm.. “hati yang belum aku selami” hati siapa?aku ? kamu? dia?atau meraka? aku adalah gadis yang menyukai “hati”. gak mudah memang menyelami “hati” karena ketidakmudahan itulah aku masih akan terus menyelami “hati” , menikmati keindahan di “hati” para penghuni bumi.
Baiklah, mungkin akan ku temui lagi rintangan di jalan yang aku lalui .aku tak mau menyerah. Aku mau terus berusaha. Akan kuhadapi rintangan yang menghalangi mimpiku. Sekarang,Selamat tinggal masalalu!!! Untuk apa aku mengulang kembali memori dulu, sekarang aku sedang menikamati perjalananku, menikmati penyelaman “hati”,keluar dari ruanganku dan  mengenali ruang-ruang baru. walau itu tak mudah tentu aku percaya  akan berujung kesesuatu yang lebih indah.

Senin, 23 Juli 2012

CINTA

ada hal-hal yang bisa disadari...bahwa cinta bukan sekedar perasaan yang di simpulkan dengan kata-kata     "aku kangen" atau "aku cinta" tapi ada usaha keras, berkorban dan ada do'a disana. kesabaran, keikhlasan, menjadikan ku lebih dewasa menikmati cinta. Semoga!!

YANG DISANA.....


Aku tau disana meragukan kemampuanku, memandangku dengan sebelah mata. Yah, silakan saja! ku coba memandang yang disana lebih dekat. Aku menyadari kelemahanku, keadaan masa laluku. Tapi, aku juga yakin Tuhan menganugrahiku kekuatan.. Dia” Ar-Rahman”.  Dan masa laluku???hmmm ..apa ada di dunia ini orang dengan kehidupan yang sempurna tanpa cacat sedikitpun dan tidak mempunyai kenangan buruk dalam hidupnya?apa hanya aku seorang yang mempunyai kenangan buruk?? TUhan Maha pengampun. kalian yang disana aku minta Maaf karena belum sempat membuat kenangan baik dengan kalian atau kalian lupa dengan kenangan manis yang pernah aku buat. tak apa, disini akan melapangkan dada.
 Semua akan aku jadikan pelajaran bahan renunganku untuk menjalani hidup ku kedepan, cukup memabantu ku juga untuk memandang lingkungan dalam hidupku. tak begitu buruk koq bertemu dengan kalian yang memandangku sebelah mata. Mungkin aku juga pernah seperti kalian yang memandang seorang dengan sebelah mata. Inilah hukum alam .
“Keburukan dan kejahatan yang dilakukan manusia – tidak peduli apakah mereka menyadari atau tidak – hukuman dan balasan yang dia terima di dunia ini tujuannya adalah untuk memberikan peringatan kepadanya, supaya manusia bejat itu menimbulkan perubahan nyata di dalam dirinya dengan cara bertaubat dan kembali [kepada Allah]. Dan kelalaian yang dilakukan manusia dalam menjalin hubungan kehambaan dengan Allah Ta’ala dapat disadarinya, lalu supaya dia berusaha untuk memperkokohnya. Pada waktu itu, ada manusia yang mengambil pelajaran dari peringatan tersebut lalu memohon bantuan Allah Ta’ala untuk mengobati kelemahannya. Atau ada pula yang dengan kebejadan hatinya menjadi semakin berani dalam [keburukan/dosa] itu. Mereka semakin hebat dalam dosa dan kejahatan-kejahatan mereka, sehingga mereka menjadi pewaris neraka.” (Malfuzat, jld. III, hlm. 22-23).
              sekarang aku jadi mengerti bahwa “aku tak pantas meragukan kemampuan orang lain, siapapun itu, bagaimanapun keadaannya, apapun statusnya, dan bagaimanapun  masalalunya. Sumua punya cara sendiri untuk membuktikan kemampuannya yang kadang tak kita mengerti.” Tapi, Tuhanlah yang selalu mengerti cara seorang untuk membuktikan kemampuannya, Tuhanlah yang menghargai setiap usaha yang kita lakukan, Dia tidak memandang kemampuan kita dengan sebelah mata.Karena inilah aku yakin untuk tetap terus berusaha dengan kesungguhanku, tak menyerah dengan cobaan, berusaha semangat memperbaiki  diri, mungkin aku akan terjatuh lagi di kesalahan yang sama, tapi aku tau dimana harus ku kembali.

Selasa, 22 Mei 2012

TAMU HATIKU









Ku coba mengetuk Hatimu bersama ucapan salam
apa boleh aku masuk keruang hatimu untuk sejenak bertamu?? Aku ingin duduk bersamamu dan mengajakmu menikmati apa yang bisa kita nikmati. Aku bisa memahami kesedihan yang tengah kau rasakan. Aku pernah merayakan kebahagiaan yang sedang kau rasakan. Aku pernah merasakan kebimbangan dan kegelisahan seperti yang saat ini sedang kauhadapi. Aku datang bukan untuk mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja, tetapi untuk memintamu sejenak mengabaikan hal-hal yang belakangan ini barangkali membuat pikiranmu jadi berat. Mari kita nikmati suara angin...gerakan lembut daun-daun hijau...langit mendung dan kita nantikan hujan turun.
Lalu, Sentuhlah orang yang kau sayang dengan pelukan hangatmu, peganglah tangannya....relakan kepergian orang yang kau cintai. Bersujudlah pada Sang Kekasih Sejati. Sadarlah sebagai manusia yang berjalan di atas keyakinannya sendiri. Bangkitlah sendiri ketika seseorang menjatuhkanmu walau terasa sakit. Jadilah air hujan yang membawa kehidupan baru bagi tanah-tanah yang kering. Jadilah matahari yang berani terbit dan siap untuk tenggelam. Jadilah seseorang yang membuat dunia jadi berbeda. Jadilah dirimu sendiri and say... “I’m Special with my own way”

“Kamu bukan apa-apa, dan bukan siapa-siapa, sampai kamu mewakili pikiran dan perasaanmu sendiri. “









Senin, 21 Mei 2012


“Aku sedih untuk sesuatu yang tak kutahu. Jari ini ingin menunjuk sesuatu yang bisa menjadi sebab. Tapi tak kutemukan apa-apa” -Rectoverso-

Senin, 14 Mei 2012

Malaikat Juga Tahu









“Saat aku menyukai sebuah lagu, aku bukan sekedar mendengarkan dan mendendangkannya...lebih dari itu, sebuah lagu adl mampu menerjemakan apa yang Hati ku katakan” 
 -Aunurlia Arnani -
Malaikat Juga Tahu 
Oleh: Dewi Dee Lestari 
(Rectoverso)

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku juga
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri

Meski seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri
Cintakulah yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi
Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu Aku kan jadi juaranya

Selasa, 24 April 2012

Menangis....






Sebagian orang menganggap menangis itu adalah hal yang hina,  merupakan tanda lemahnya seseorang, akan dianggap tidak tegar menghadapi hidup, hal itu menunjukan ketidakdewasaan, akan dianggap seperti anak balita dan anak Cengeng. Jika memang dengan menangis itu manusia menjadi sadar. Sadar akan kelemahan-kelemahan dirinya, saat tiada lagi yang sanggup menolongnya dari keterpurukan selain Allah Swt. Kesadaran yang membawa manfaat dunia dan akhirat. Bukankah kondisi hati manusia tiada pernah stabil? Selalu berbolak balik menuruti keadaan yang dihadapinya. Ketika bisa menangis, sadarl bahwa diri ini masih diberi hati untuk merasakan. Dan menangis itu melapangkan, membasuh luka, menghidupkan hati, mencerahkan pikiran, mencerdaskan aqal, bagi yang memahami arti menangis bukanlah berkabung, bukan bersedih, putus asa, kecewa, tapi menangis syukur dan berfikir.
Menangis merupakan sebuah bentuk pengakuan terhadap kebenaran.

 “Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri) seraya berkata: “Ya Robb kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur’an dan kenabian Muhammad)”. 
(QS. Al Maidah: 83).